Zainal Abidin.NET. | Perayaan Idul fitri 1441 H berlangsung di tengah pandemi covid-19 (Corona). Sejumlah daerah, termasuk DKI Jakarta perbatasanTangerang, menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) guna menekan penyebaran virus Corona.
Namun, hal itu tidak menyurutkan sejumlah para penziarah khususnya warga Rawa Bokor (Gardu,Poncol,Walungan dan Prepedan dalam melakukan tradisi ziarah makam Gople yang berlokasi dijalan atang sanjaya gardu rawa bokor tangerang perbatasan DKI Jakarta pada Senin 25 mei 2020.
Mewakili Forum Masyarakat Peduli Pemakaman Gople(FMP2G) Dalam hal ini diwakili Oleh Zainal Abidin bahwa para penziarah makam gople baik dari yang DKI maupun yang dari tangerang khususnya warga Rawa Bokor dan Sekitarnya bahwa untuk tahun ini sangat menurut tim pantauan FMP2G para penziarah semakin menurun dari tahun sebelumnya meskipun dalam kondisi Covid -19 namun para penziarah bersikukuh mengunjungi makam gople,sebab sudah menjadi tradisi warga kampung rawa bokor dan sekitarnya.
Meskipun khawatir akan penyebaran covid-19, Jupri yang disapa dengan panggilan Gope menyerahkan hidupnya dan matinya kepada Tuhan. Ia mengaku tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar dengan menjaga dan mengamankan ketertiban para penziarah makam gople
Kegiatan para penziarah makan gople. Pihak pengurus FMP2G yang bekerja sama dengan Yakesma telah memasang spanduk bertuliskan "PEMAKAMAN GOPLE" guna agara para penziarah untuk bisa mengetahui keberadaan lokasi pemakaman Gople jika para penziarah yang datang dari luar kota.
Salah satu perawat Makam Gople Safri dan Abdullah yang disapa Duloh, mengatakan jumlah peziarah menurun drastis dibandingkan Lebaran tahun sebelumnya.(Sahur Perawat makam Gople).
Selain para penjual bunga, ziarah kubur juga memberi keuntungan dan keberkahan bagi tukang parkir guna untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta kenyaman bagi para penziarah dengan pemberian parkir seiklasnya (Sahur Penjaga Parkir Koset).




0 Komentar